ALHAMDULILLAAH..BAB 5…..doc

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Bab IV mengenai Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi Karyawan Di PT Radio Swakarsa Megantara Bandung serta perhitungan-perhitungan statistik yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Para pemimpin di PT Radio Swakarsa Megantara telah menerapkan kepemimpinan dengan baik. Hal ini terlihat dari Tabel 4.9 mengenai Kriteria Tanggapan Responden Terhadap Kepemimpinan dimana 77,78 % skor tanggapan responden yang diperoleh berada pada kategori BAIK dan 8,33% berada pada kategori SANGAT BAIK. Adapun total skor yang diperoleh untuk setiap sub variabel yaitu sub variabel kepemimpinan direktif sebesar 464, sub variabel kepemimpinan supportif sebesar 412, sub variabel kepemimpinan partisipatif sebesar 519, dan sub variabel kepemimpinan berorientasi prestasi sebesar 398. Jika dilihat dari total skor keempat sub variabel tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa para responden umumnya menggangap bahwa pemimpin mereka lebih sering menerapkan kepemimpinan partisipatif, yang ditunjukkan dengan total skor tertinggi yaitu sebesar 519. Hal ini dilakukan para pemimpin tentunya berdasarkan pada penilaian mereka mengenai kondisi yang berlaku, yang lebih sering mengharuskan mereka menerapkan kepemimpinan tersebut.
  2. Motivasi karyawan di PT Radio Swakarsa Megantara menunjukkan adanya tingkat motivasi karyawan yang tinggi. Bisa dilihat dari Tabel 4.16 mengenai Kriteria Tanggapan Responden Terhadap Motivasi Kerja Mereka bahwa 77,8 % skor tanggapan responden berada pada kategori TINGGI dan 22,2 % berada pada kategori SANGAT TINGGI. Tidak ada skor yang berada pada kategori SEDANG, RENDAH, ataupun SANGAT RENDAH. Pengykuran terhadap variabel motivasi karyawan dilakukan dengan menggunakan teori Penetapan Tujuan dari Edwin Locke dengan indikator tujuan yang spesifik, tujuan yang sulit, tujuan yang bisa dicapai, partisipasi, umpan balik, dan evaluasi kinerja. Total skor yang diperoleh untuk enam indikator tersebut adalah total skor untuk indikator tujuan yang spesifik sebesar 143, untuk indikator tujuan yang sulit sebesar 140, untuk indikator tujuan yang bisa dicapai sebesar 145,untuk indikator partisipasi sebesar 141, untuk indikator umpan balik sebesar 135, dan untuk indikator evaluasi kinerja sebesar 156. Total skor indikator tujuan yang spesifik, tujuan yang sulit, partisipasi, dan umpan balik berada pada kategori “Motivasi Tinggi”, sementara total skor dari indikator tujuan yang bisa dicapai dan evaluasi kinerja berada pada kategori “Motivasi Sangat Tinggi”. Dari enam pertanyaan yang diajukan, dalam lima pertanyaan diantaranya tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju ataupun sangat tidak setuju. Bisa diambil kesimpulan bahwa karyawan menanggapi semua pertanyaan mengenai motivasi secara positif.
  3. Melalui perhitungan statistik, diperoleh hasil perhitungan korelasi dengan menggunakan Rank Spearman yaitu rs sebesar 0,29. Mengacu pada tafsiran korelasi Jalaludin Rakhmat (1991 : 29), angka 0,29 tergolong ke dalam “Hubungan yang Rendah Tapi Pasti”. Uji hipotesis dilakukan dengan tingkat signifikansi 5 % dan menghasilkan t hitung > t tabel (1,7669 > 1,6883) maka H0 ditolak dan HI diterima. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari kepemimpinan yang diterapkan terhadap motivasi karyawan, meskipun jumlah pengaruhnya tergolong kecil. Dengan menggunakan koefisien determinasi diperoleh kD sebesar 8,41 %. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi karyawan sebesar 8,41 %, sedangkan sisanya yaitu sebesar 91,59% dipengaruhi oleh faktor lain baik faktor-faktor yang merupakan job content (tanggung jawab, penghargaan, otonomi, dan pertumbuhan) ataupun job context (kebijakan perusahaan dan prakteknya, upah, benefit, dan kondisi kerja).

 

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, serta kesimpulan yang telah dikemukakan, penulis menyampaikan beberapa saran sebagai berikut :

  1. Untuk pertanyaan no. 9 mengenai indikator menerima saran, terdapat 2,7 % menyatakan responden yang menyatakan tidak setuju dan 8,3 % responden yang menyatakan sangat tidak setuju sementara 69,5 % responden menyatakan sebaliknya. Hal ini perlu diperhatikan oleh para pimpinan, mengapa mereka sampai berpendapat seperti itu. Apakah responden tersebut kurang mendapat perhatian pimpinannya, apakah pemimpin hanya mendengarkan saran dari sebagian karyawan tetapi mengabaikan saran karyawan lainnya, ataukah justru para responden tersebut yang bersikap pasif dan mengucilkan diri dari lingkungannya karena sebab-sebab tertentu. Jika memang karena para responden tersebut yang bersikap pasif dan mengucilkan diri dari lingkungannya, pimpinan harus berusaha mencari tahu sebab-sebabnya agar bisa mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikannya sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan motivasi dan partisipasi karyawan tersebut terhadap perusahaan.
  2. Pada pertanyaan no. 12 mengenai indikator penetapan tujuan yang menantang, 55,6 % responden menyatakan ragu-ragu. Hal ini berarti bahwa mayoritas responden menyatakan tidak yakin bila dikatakan bahwa pemimpin selalu mendorong penetapan tujuan yang menantang. Hal ini perlu menjadi bahan pemikiran pemimpin karena dari jawaban responden terhadap pertanyaan mengenai kepuasan karyawan, tepatnya mengenai tujuan yang sulit, dapat terlihat bahwa 5,6 % responden menyatakan sangat setuju dan 77,8 % responden menyatakan setuju bahwa tujuan yang sulit membuat mereka puas. Tidak ada responden yang tidak setuju terhadap pernyataan tersebut. Kenyataan ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyukai tujuan yang sulit yang bisa memberikan kepuasan melalui tingkat tantangan yang diberikan tujuan tersebut. Oleh karena itu, seorang pemimpin yang ingin meningkatkan kepuasan karyawannya hendaknya menetapkan tujuan dengan tingkat tantangan yang cukup tinggi kepada karyawannya.
  3. Kenyataan bahwa kepemimpinan bukanlah faktor satu-satunya yang menetapkan motivasi karyawan tentunya sudah disadari para pemimpin dalam perusahaan. Masalah terpenting adalah bagaimana pemimpin dapat lebih mensinergiskan faktor kepemimpinan yang diterapkannya dengan faktor-faktor lainnya untuk lebih meningkatkan motivasi karyawan.


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s