BAB III-NEEH.doc

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

 

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah mengenai kepemimpinan dan motivasi karyawan di PT Radio Swakarsa Megantara Bandung. Karyawan PT Radio Swakarsa Megantara Bandung menjadi responden atas kuesioner yang disebarkan. Di bawah ini akan diuraikan mengenai PT Radio Swakarsa Megantara Bandung.

 

  1. Sejarah Perusahaan

Radio Swakarsa Megantara didirikan pada tahun 1979 dengan nama ‘MEGANTARA’, dan dengan callsign ‘MG’. Radio Megantara pada saat itu masih merupakan radio di frekuensi AM. Radio Megantara sampai dengan tahun 1981 bertempat di Gelanggang Remaja Jl. Merdeka Bandung. Pada saat itu lagu-lagu yang disajikan adalah lagu-lagu umum, mulai dari lagu-lagu daerah (seperti lagu Sunda, irama Jaipong, Batak, dan lain-lain), lagu dangdut, pop, sampai lagu-lagu mancanegara berirama slow (berirama lambat). Pemilihan lagu-lagu yang bersifat umum tersebut didasari oleh kenyataan bahwa target audience perusahaan masih umum.

Pada tahun 1982 Radio Megantara pindah ke Jl. Cihampelas Bandung, akan tetapi masih mengusung format yang sama. Mulai tahun 1981 – 1984, Radio Megantara dimiliki oleh tiga orang, yaitu : H. Amrul, Ny. Amrul (istri), dan Freddy Situmorang. Akan tetapi pada tahun 1984 – 1988, Radio Megantara dimiliki oleh H. Amrul beserta istrinya, dan Yus Panggabean.

Tahun 1985 Radio Megantara pindah lagi ke Jl. Salendro 12A. Kali ini Radio Megantara mengusung format acara yang berbeda. Lagu-lagu yang disajikan yaitu lagu-lagu pop Indonesia dan mancanegara, tidak ada lagi lagu dangdut dan lagu daerah.

Pada tahun 1989 terjadi lagi perubahan kepemilikan, yaitu Radio Megantara hanya dimiliki oleh H. Amrul beserta istri. Hal ini terus berlangsung hingga saat ini. Mulai tahun 1989 itulah Radio Megantara berpindah frekuensi, dari frekuensi 126 AM menjadi 101,25 FM.

Tahun 1990, Radio Megantara kembali berpindah kedudukan. Kali ini perusahaan pindah ke Jl. Buah Batu No. 8 sampai saat ini. Nama radio inipun berubah menjadi ‘Radio MGT’.

Seiring dengan perubahan nama perusahaan menjadi Radio MGT, radio ini juga melakukan beberapa perbaikan dalam struktur organisasinya dengan maksud agar Radio MGT bisa lebih bersaing dengan radio-radio swasta lainnya. Akan tetapi lagu-lagu yang disajikan masih berupa lagu-lagu pop Indonesia dan mancanegara.

Sejak tahun 1993 Radio MGT berubah menjadi radio ABG (Anak Baru Gede), artinya bahwa target pendengar Radio MGT adalah remaja dengan kisaran usia 15 – 25 tahun. Motto Radio ini berganti menjadi ‘FM-nya Anak Muda Bandung’. Perubahan ini diikuti oleh perubahan acara. Lagu-lagu yang disajikan kebanyakan merupakan lagu-lagu ‘Top 40’ untuk memenuhi keinginan dari pasar remaja.

Tahun 1999, pada saat menjelang abad milenium, Radio MGT hadir dengan semangat dan slogan baru yaitu MGT The Colour Hits Station. Dengan atmosfir baru ini, Radio MGT menyajikan berbagai warna program musik dan info. Pendengar Radio MGT pun berubah bukan lagi remaja berusia 15 – 25 tahun tetapi 18 – 35 tahun atau kalangan eksekutif muda yang enerjik dan tidak mau ketinggalan isu baik dalam maupun luar negeri. Lagu-lagu yang disajikan (yang disebut dengan laras) menjadi lebih beraneka ragam, mulai dari lagu-lagu baru (Top 40) sampai lagu lama. Aliran musik yang diusung pun lebih variatif, mulai dari pop dan jazz hingga acid jazz, rock, alternatif, ska, dan sebagainya.

MGT The Colour Hits Station adalah saluran radio yang dinamis, enerjik, entertainment lover, dan sart dengan informasi aktual. Penyediaan musik berkualitas untuk menyongsong milenium baru era kosmo, warna, atensi, visi, dan program adalah sasaran kontinue yang terus menerus ditingkatkan. Adanya kesadaran bahwa atmosfir kehidupan akan selalu berkembang, maka Radio MGT telah mempersiapkan diri untuk berkompetisi di jalur format broadcasting radio. Seluruh program dirncang untuk meniadakan kejenuhan dan menjadi spirit untuk mendapatkan informasi dan hiburan. News, talkshow, atau sajian musik terpilih adalah beberapa program yang diandalkan perusahaan dan diminat oleh para pendengar (yang biasa disebut listeners). Berita-berita dalam dan luar negeri mendapat porsi khusus, termasuk penyajian informasi dengan mengundang narasumber, aktivitas reportase, public figure, atau berinteraksi langsung dengan pendengar MGT. Di MGT, line business adalah media yang tepat untuk pendengar potensial, pemasang iklan, dan bentuk-bentuk kerja sama – kerja sama lainnya. MGT line business menyelenggarakan event-event penting dan menarik, seperti BAM (Bursa Anak Muda), meet and greet with artists, MGT Fashion, dan lain-lain. Kemudian slogan Radio MGT pun berubah menjadi Radio Dewasa Muda Bandung, sebagai salah satu bentuk usaha mempertajam segmentasi radio siaran di Bandung.

Hari jadi MGT dihitung sejak tahun 1981, tepatnya pada tanggal 4 Desember 1981. Artinya hingga tahun 2004 ini Radio MGT telah berdiri selama 23 tahun.

Pada tanggal 3 Mei 2004, frekuensi siaran MGT 101,25 FM berubah menjadi 101,1 FM.

 

  1. Struktur Organisasi PT Radio Swakarsa Megantara Bandung

Struktur organisasi PT Radio Swakarsa Megantara Bandung terdiri dari :

  1. Penanggung jawab / Direktur Utama
  2. Direktur
  3. Finance Manager
  4. General Affair Manager
  5. PR & Promotion Manager
  6. Local Sales Manager
  7. Radio Program Manager
  8. Traffic Supervisor
  9. Music Director
  10. Radio Programmer
  11. Announcer
  12. Chief Production
  13. Operator
  14. Account Executive
  15. Finance Officer
  16. Front Office / Receptionist
  17. Technician
  18. Security
  19. Driver
  20. Office Boy

Untuk lebih jelasnya, bentuk struktur organisasi PT Radio Swakarsa Megantara dapat dilihat pada daftar lampiran.

 

  1. Uraian Tugas Jabatan di PT Radio Swakarsa Megantara Bandung
  • Penanggung jawab / Direktur Utama
  • Bersama dengan direktur dan Finance Manager memberikan pendapat mengenai tarif iklan yang ditawarkan kepada advertising agency.
  • Menandatangani kwitansi penagihan atas jasa pemutaran yang telah dilaksanakan perusahaan.
  • Menerima laporan keuangan dan laporan aktivitas setiap bulannya dan mengevaluasinya.
  • Melakukan pengawasan langsung terhadap kondisi perusahaan berdasarkan laporan yang masuk.
  • Menganalisa penyimpangan yang terjadi dan mencari jalan keluarnya.
  • Mengesahkan prosedur atau revisi yang diajukan oleh Managing Director.
  • Mengesahkan kenaikan upah dan tunjangan-tunjangan lainnya.
    • Direktur
  • Bersama para manager mencari tenaga kerja yang dibutuhkan.
  • Menandatangani persetujuan atau pembatas order penyiaran iklan.
  • Mengadakan negosiasi tarif iklan dan jumlah atau discount untuk advertising agency.
  • Mengkoordinir aktivitas karyawan sehingga para karyawan dapat bekerja dengan baik, efektif, dan efisien.
    • Finance Manager
  • Melaksanakan pengadministrasian keuangan dan mengatur sirkulasi keuangan dan melaksanakan pembukuan keluar masuk uang sesuai kebijakan Direktur.
  • Mengurus penggajian karyawan dengan dasar perhitungan yang telah ditetapkan.
  • Membuat invoice untuk semua iklan yang habis masa tayangnya dan melaksanakan penagihan biaya iklan klien terutama yang telah jatuh tempo.
  • Menyusun anggaran belanja bulanan atas dasar biaya operasional rutin serta usulan dari masing-masing divisi yang kemudian diajukan kepada Direktur untuk mendapat persetujuan.
  • Berhak menolak permintaan biaya dari pihak manapun kecuali telah ada persetujuan dari Direktur baik secara lisan ataupun tertulis.
  • Menyusun anggaran pajak-pajak perusahaan untuk kemudian diajukan kepada Direktur.
  • Melakukan konsolidasi dengan para manager.
  • Berkewajiban menciptakan dan mempertahankan iklim kerja tim yang kreatif dan profesional.
  • Bertanggung jawab penuh kepada Direktur.
    • General Affair Manager
  • Mengawasi dan mengarahkan SDM dibawahnya dalam melayani urusan dan kebutuhan yang menyangkut kelancaran mekanisme perusahaan.
  • Mengawasi pelaksanaan tata tertib kerja yang berlaku atau yang telah ditetapkan.
  • Melakukan pencatatan inventaris perusahaan serta pengkontrolan kelayakannya untuk penentuan diperbaiki atau diganti secara berkala per empat bulan sekali (up date).
  • Melakukan pencatatan data karyawan secara berkala per enam bulan sekali (up date).
  • Berhak mengambil tindakan peringatan, sanksi administratif dan skorsing terhadap setiap SDM (melalui rekomendasi manager yang membawahi) bila melanggar aturan perusahaan serta dapat melakukan PHK (melalui konsultasi dengan Manager dan Direktur).
  • Menampung surat lamaran pekerja, magang, dan PKL lalu mendistribusikannya kepada divisi yang membutuhkan.
  • Berkewajiban menciptakan dan menjaga iklim kerja tim yang kondusif.
  • Membuat laporan kegiatan kerja per bulan kepada Direktur.
    • Bertanggung jawab langsung kepada Direktur.
    • PR & Promotion Manager
  • Membuat rencana kerja promosi setiap kwartal.
  • Melakukan promosi yang dianggap perlu dalam meningkatkan image perusahaan.
  • Menciptakan program promosi yang menarik.
  • Menciptakan ide promosi yang memungkinkan bersinergi dengan marketing dan program.
  • Membuat rencana kerja kwartal program off air.
  • Bekerja sama dengan Radio Program Manager untuk melaksanakan kegiatan on air yang ada hubungannya dengan kegiatan off air.
    • Local Sales Manager
  • Menganalisa situasi pasar tempat produk/jasa tersebut akan ditawarkan.
  • Mengejar target pendapatan yang ditetapkan oleh perusahaan.
  • Membuat analisa prestasi kerja bawahannya.
  • Menciptakan ide beriklan yang inovatif untuk ditawarkan kepada klien.
  • Menjamin bahwa kontrak penyiaran iklan tersebut benar-benar dilaksanakan.
  • Berusaha untuk mencari pelanggan baru demi kelangsungan dan perkembangan perusahaan.
  • Menjual air time berupa program yang telah dibuat oleh departemen program.
  • Bertanggung jawab langsung terhadap Direktur.
    • Radio Program Manager
    • Bertanggung jawab terhadap semua yang berkaitan dengan program siaran on air radio.
    • Bertanggung jawab terhadap produktivitas program on air dan off air.
    • Bertanggung jawab mengenai pengadaan materi sesuai segmentasi radio.
    • Bertanggung jawab terhadap pemilihan penyiar.
    • Bertugas memberikan pengarahan kepada Announcer berkaitan dengan materi / format siaran dan lagu.
    • Membuat jadwal siaran sesuai dengan format yang telah disepakati.
    • Membuat alur kerja sesuai dengan mekanisme radio program.
    • Bertugas menetapkan durasi dan jumlah jam siar yang berkaitan dengan program on air.
    • Bertanggung jawab terhadap inventaris perusahaan berkaitan dengan program.
    • Bertanggung jawab terhadap kemajuan suatu program radio.
    • Bertanggung jawab langsung terhadap Direktur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Metode Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kepemimpinan yang diterapkan terhadap motivasi karyawan. Untuk tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. (M. Nazir, 1988 : 63)

 

  1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan digolongkan sebagai penelitian survai yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data yang pokok. (Singarimbun, 1989 : 3)

 

  1. Operasionalisasi Variabel

Sesuai dengan judul penelitian, yaitu : “Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi Karyawan Di PT Radio Swakarsa Megantara Bandung”, maka terdapat dua variabel yang akan diteliti, yaitu :

  1. Kepemimpinan dengan menggunakan indikator Teori Jalur-Tujuan (Path-Goal Theory) Robert House yang selanjutnya disebut sebagai variabel independen (X)
  2. Motivasi Karyawan yang diukur dengan menggunakan indikator teori Penetapan Tujuan Edwin Locke yang selanjutnya disebut sebagai variabel dependen (Y)

 

Untuk keperluan pengujian, variabel-variabel yang diteliti dijabarkan terlebih dahulu sehingga diperoleh indikator-indikator sebagai alat ukurnya. Adapun ukuran yang dipakai adalah ukuran ordinal. Ukuran ordinal adalah angka yang diberikan, angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Ukuran ordinal ini digunakan untuk mengurutkan obyek dari angka yang terrendah ke angka yang tertinggi atau sebaliknya. Ukuran ini tidak memberikan nilai yang absolut terhadap obyek, tetapi hanya memberikan urutan (ranking) saja. (Moch. Nazir, 1988 : 158)

Selanjutnya ditentukan operasionalisasi variabelnya seperti yang tertera pada tabel operasionalisasi variabel berikut ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel

VARIABEL  

KONSEP  

SUB  

INDIKATOR 

UKURAN 

SKALA 

No.  

  

VARIABEL 

VARIABEL 

  

  

  

Kuesioner  

Kepemimpinan 

Kemampuan 

Direktif 

Top-down goals (penetapan

Tingkat penetapan 

Ordinal

1 

 

mempengaruhi  

  

tujuan dari atas ke bawah) 

tujuan 

  

  

 

suatu kelompok 

  

Cara penyelesaian 

Tingkat penetapan 

Ordinal 

2 

  

ke arah  

  

tugas  

Cara 

  

  

  

pencapaian 

  

Tenggat waktu 

Tingkat penetapan 

Ordinal 

3 

  

tujuan 

  

  

tenggat waktu 

  

  

  

 

  

Standar  

Tingkat penetapan 

Ordinal 

4 

  

 

  

penyelesaian tugas 

standar 

  

  

  

 

Supportif 

Ramah  

Tingkat  

Ordinal 

5 

  

 

  

  

keramahan 

  

  

  

 

  

Peduli  

Tingkat  

Ordinal  

6 

  

 

  

  

kepedulian 

  

  

  

 

  

Mendukung  

Tingkat dukungan 

Ordinal 

7 

  

 

  

  

terhadap bawahan

  

  

  

  

Partisipatif 

Konsultasi 

Tingkat konsultasi 

Ordinal 

8 

  

  

  

  

dengan bawahan 

  

  

  

  

  

Menerima saran 

Tingkat penerimaan 

Ordinal 

9 

  

  

  

  

terhadap saran 

  

  

  

  

  

Partisipasi 

Tingkat partisipasi 

Ordinal 

10 

  

  

  

  

bawahan 

  

  

  

 

  

Pendelegasian wewenang

Tingkat pendelegasian 

Ordinal 

11 

  

 

  

  

wewenang 

  

  

  

 

Berorientasi  

Tujuan menantang 

Tingkat tantangan 

Ordinal 

12 

  

 

prestasi 

  

dari tujuan 

  

  

  

 

  

Pendelegasian  

Tingkat pendelegasian 

Ordinal 

13 

  

 

  

tanggung jawab dan 

tanggung jawab dan

  

  

  

 

  

wewenang 

wewenang 

  

  

  

 

  

Reward 

Tingkat pemberian 

Ordinal 

14 

  

 

  

  

reward 

  

  

Motivasi 

Proses yang 

Penetapan  

Tujuan spesifik 

Tingkat kejelasan  

Ordinal 

1 

Karyawan 

mempengaruhi 

tujuan 

(specific goals)

tujuan 

  

  

  

intensitas, arah,

  

Tujuan yang sulit 

Tingkat kesulitan 

Ordinal 

2 

  

dan ketekunan 

  

(hard goals)

tujuan 

  

  

  

berusaha 

  

Tujuan yang bisa dicapai 

Tingkat pencapaian 

Ordinal 

3 

  

individu ke arah 

  

(attainable goals)

tujuan 

  

  

  

pencapaian 

  

Partisipasi 

Tingkat partisipasi

Ordinal 

4 

  

tujuan 

 

  

bawahan 

  

  

  

  

  

Umpan balik 

Tingkat pemberian 

Ordinal 

5 

  

  

  

 

umpan balik 

  

  

  

  

  

Evaluasi kinerja 

Tingkat pemberian 

Ordinal 

6 

  

  

  

  

evaluasi 

  

  

 

  1. Jenis dan Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :

  1. Data primer adalah data utama yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Melalui data ini, hal-hal yang berkaitan dengan maksud dan tujuan penelitian, dan lain-lain akan terjawab. Data primer diperoleh dari responden melalui kuesioner, wawancara berkaitan dengan pertanyaan penelitian, serta observasi.
  2. Data sekunder adalah data yang diperlukan sebagai pendukung data primer dan sumber informasi untuk berbagai persoalan yang belum terungkap dalam data primer. Oleh karena itu, data sekunder diperoleh melalui hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini, serta berbagai dokumen lainnya untuk menganalisis data primer.

 

  1. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data dengan metode sebagai berikut :

  1. Studi Lapangan (Field Research), yaitu berhubungan langsung dengan obyek penelitian dimana pada studi lapangan ini dilakukan observasi dan wawancara dengan para karyawan tetap dan karyawan honorer di perusahaan yang bersangkutan, termasuk penyebaran angket (kuesioner) dalam bentuk pertanyaan tertutup yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
  2. Studi Kepustakaan (Library Research), yaitu berupa kegiatan mempelajari dan mengkaji sejumlah literatur seperti buku-buku, jurnal, artikel, serta majalah yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hal ini diharapkan dapat memberikan data serta informasi yang bersifat teoritis mengenai kepemimpinan dan motivasi karyawan yang nantinya akan digunakan sebagai landasan teori dalam menunjang pelaksanaan penelitian.

 

  1. Teknik Penarikan Sampel

Dengan pertimbangan dari segi waktu dan biaya, maka metode pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling). Ida Bagus Mantra dan Kasto menyatakan bahwa simple random sampling yaitu sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. (Singarimbun, 1989 : 155)

Tes statistik yang digunakan adalah tes statistik non parametrik, karena data yang digunakan dalam bentuk skala ordinal (Siegel, 19:38). Dalam penelitian ini akan ditetapkan sampel yang diambil dari jumlah keseluruhan karyawan PT Radio Swakarsa Megantara Bandung yang berjumlah 40 orang yang akan menjadi populasi dari penelitian ini.

Dari jumlah populasi tersebut, kemudian diambil sampel untuk mewakili seluruh populasi dengan menggunakan rumus Slovin (Husein Umar, 1999:108) sebagai berikut :

 

 

Dimana n : ukuran / jumlah sampel yang dibutuhkan

N : jumlah populasi karyawan PT Radio Swakarsa Megantara

e : tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi (taraf nyata) ditetapkan sebesar 5 % karena dinilai cukup untuk mewakili hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel tidak bebas serta merupakan tingkat signifikansi yang umum digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial dengan tingkat keyakinan sebesar 95 %. Tingkat signifikansi menunjukkan penyimpangan maksimum hasil pengukuran dari data yang sebenarnya, sedangkan tingkat keyakinan menunjukkan besarnya pengukur bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi. Alasan digunakannya taraf nyata yaitu agar dapat mengetahui apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak secara signifikan.

Maka jumlah sampel minimum yang diambil adalah :


=

= 36,3 36

 

  1. Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan untuk digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

  1. Kuesioner ; yaitu mengajukan kuesioner yang berisi seperangkat pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian dan tiap-tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis.
  2. Wawancara ; merupakan teknik pengumpulan data dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung dengan para karyawan dan beberapa manajer.
  3. Observasi ; yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap responden.

Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku-buku, artikel, literatur, surat kabar, dan sebagainya.

 

  1. Pengujian Data
  2. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk menunjukkan tingkat kevalidan atau keabsahan suatu instrumen. Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. (Singarimbun, 1989 : 122)

Untuk menguji validitas kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini digunakan analisis butir (item) dengan menguji karakteristik masing-masing item yang menjadi bagian tes yang bersangkutan. Pengujian ini dilakukan dengan mengkorelasikan skor item (butir) terhadap skor total. Skor butir dipandang sebagai nilai X sedangkan skor total dipandang sebagai nilai Y.

Rumus untuk menguji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus koefisien korelasi Rank Spearman karena datanya berskala ordinal. Rumusnya adalah :



Dimana : di = selisih rank X dan rank Y yang ke – i

n = jumlah sample

rs = Koefisien korelasi Spearman

 

Selanjutnya pengujian validitas untuk setiap variable dilakukan dengan bantuan SPSS 10.0 for Windows. Suatu item dikatakan valid jika koefisien korelasi Rank Spearman antara skor item dengan skor totalnya bernilai minimal 0,3. Jika koefisien korelasinya kurang dari 0,3 artinya pertanyaan tersebut tidak valid dan harus dikeluarkan dari pengujian yang akan dilakukan selanjutnya. (Sugiyono, 2001 : 106)

 

  1. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. (Singarimbun, 1989 : 122)

Pengujian reliabilitas dilakukan dengan teknik belah-dua (split-half method) Spearman-Brown dengan memisahkan antara pertanyaan bernomor ganjil dengan pertanyaan bernomor genap untuk setiap jawaban responden.

Langkah pertama untuk menguji reliabilitas instrumen adalah mengkorelasikan jumlah skor pertanyaan bernomor ganjil dengan jumlah skor pertanyaan bernomor genap bagi masing-masing responden memakai koefisien korelasi Rank Spearman dan dilakukan dengan bantuan SPSS 10.0 for Windows. Selanjutnya koefisien reliabilitas dapat dihitung dengan menggunakan rumus :



Dimana : r12 = hasil perhitungan korelasi Spearman antara belahan ganjil dan belahan genap

R = koefisien reliabilitas

Instrumen reliabel bila koefisien reliabilitas bernilai minimal 0,3. (Sugiyono, 2001 : 106)

 

  1. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
  2. Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Memperhatikan satu persatu kuesioner yang telah diisi oleh responden.
  2. Melakukan pembobotan nilai terhadap setiap alternatif jawaban dari pertanyaan yang sudah diberikan melalui kuesioner kepemimpinan dan motivasi karyawan. Pernyataan terdiri dari dua macam yaitu pernyataan positif diberi nilai secara berurutan dengan skala 5-4-3-2-1. Sedangkan untuk pernyataan negatif diberi urutan nilai yang sebaliknya yaitu 1-2-3-4-5. Pengukuran ini dilakukan pada pertanyaan tertutup yang berskala ordinal.
  3. Menyusun ranking dari masing-masing responden untuk variable bebas (X) dan variable terikat (Y).
  4. Diambil pasangan data yang akan diteliti sehingga apabila banyaknya sample sebesar n, maka didapat (X1,Y1),(X2,Y2), …….,(Xn,Yn) dimana :

X = Gaya Kepemimpinan

Y = Motivasi Karyawan

 

  1. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh dari kuesioner, wawancara, dan studi kepustakaan kemudian dianalisis dan dilakukan penafsiran data dengan melihat kecenderungan tanggapan karyawan atas dasar presentase dari tiap kriteria pertanyaan yang diajukan. Untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel yang diteliti, penulis menggunakan analisis kuantitatif dengan metode Rank Spearman untuk mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi karyawan.

Analisis data dilakukan dengan teknik-teknik sebagai berikut :

Analisis Deskriptif, hanya mengemukakan data-data yang masuk dengan cara dikelompokkan dan ditabulasikan yang kemudian diinterpretasikan atau diberi penjelasan.

Analisis Verifikatif, dilakukan dengan alat bantu statistik. Metode statistik yang digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah korelasi Rank Spearman karena kedua variabel tersebut memiliki skala ordinal.

Untuk analisis data dibagi ke dalam tiga bagian yaitu :

  1. Analisis data untuk menjawab Identifikasi Masalah Pertama

Untuk bisa menjawab identifikasi masalah pertama mengenai kepemimpinan pada PT Radio Swakarsa Megantara Bandung, maka digunakan metode analisis deskriptif berdasarkan kuesioner, observasi dan wawancara. Pelaksanaannya meliputi pengumpulan data, penyusunan data, dan interpretasi tentang arti data tersebut.

 

 

  1. Analisis data untuk menjawab Identifikasi Masalah Kedua

Untuk bisa menjawab identifikasi masalah kedua mengenai tingkat motivasi karyawan pada PT Radio Swakarsa Megantara Bandung, maka digunakan metode analisis yang sama dengan identifikasi masalah pertama.

  1. Analisis data untuk menjawab Identifikasi Masalah Ketiga

Identifikasi masalah ketiga mengenai pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi karyawan akan dijawab dengan menggunakan metode kualitatif, mengemukakan data-data yang masuk dengan cara dikelompokkan dan ditabulasikan kemudian diberi penjelasan. Metode kuantitatif dengan menggunakan perhitungan statistik juga digunakan untuk menjawab masalah ketiga yaitu dengan metode statistik koefisien korelasi peringkat Spearman.

Untuk langkah kerjanya dapat diurutkan sebagai berikut :

  • Urutkan jumlah responden di dalam kolom nomor untuk dihitung frekuensi dan presentasenya.
  • Diambil pasangan yang diteliti hingga sebesar jumlah sampel n, sehingga akan didapat yaitu (X1,Y1), (X2,Y2), …..(Xn,Yn)

    Dimana X = variabel bebas (Kepemimpinan)

    Y = variabel terikat (Motivasi karyawan)

  • Memberi nilai pembobotan untuk jenis pertanyaan yang berskala ordinal. Skor yang diberikan adalah sebagai berikut :
    • Untuk pernyataan positif, skala nilai yang digunakan adalah 5-4-3-2-1
    • Untuk pernyataan negatif, skala nilai yang digunakan adalah 1-2-3-4-5
  • Menghitung pembobotan tanggapan untuk variabel X dan Y. hasil pembobotan ini menunjukkan sikap negatif hingga positif (Al-Rasyid, 1994 : 128). Sikap positif artinya responden mendukung terhadap pernyataan yang diajukan. Sikap negatif menunjukkan sikap responden yang tidak mendukung terhadap pernyataan yang diajukan. Pembobotan atau perhitungan skor menggunakan metode Likert Summated Rating. Langkah yang harus dilakukan adalah menentukan skor minimal, Maksimal, Kuartil I, Median, dan Kuartil III serta skor maksimal yang mungkin diperoleh seluruh responden.
    • Total skor dari seluruh responden > K3        : Sikap sangat positif
    • Total skor dari seluruh responden > Median – K3     : Sikap positif
    • Total skor dari seluruh responden < Median – K1    : Sikap negatif
    • Total skor dari seluruh responden < K1        : Sikap sangat negatif
    • Bobot atau skor = (jumlah jawaban skala 1) x 1 + (jumlah jawaban skala 2) x 2 + (jumlah jawaban skala 3) x 3 + (jumlah jawaban skala 4) x 4 + (jumlah jawaban skala 5) x 5
    • Skor Min = 1 x jumlah pertanyaan x jumlah responden
    • Skor K 1 = 2 x jumlah pertanyaan x jumlah responden
    • Skor Med = 3 x jumlah pertanyaan x jumlah responden
    • Skor K 3 = 4 x jumlah pertanyaan x jumlah responden
    • Skor Max = 5 x jumlah pertanyaan x jumlah responden
  • Skor masing-masing responden dihitung berdasarkan total jumlah jawaban yang diberi bobot. Kemudian dikelompokkan ke dalam dua golongan yaitu skor X dan skor Y. Lalu dilakukan perangkingan berdasarkan jumlah skor tersebut.
  • Tentukan harga di yaitu selisih antara kedua rangking itu (Xi-Yi). Kuadratkan tiap di dan kemudian jumlahkan di2 untuk mendapatkan 3
    di2
  • Apabila tidak terdapat ranking yang bernilai sama (kembar), masukkan harga ini 3
    di2 ini serta jumlahkan n (banyak responden) ke dalam rumus Korelasi Korelasi Spearman :


 

 

Dimana rs
= Koefisien korelasi Spearman


n = Jumlah sampel


di = Selisih antara jenjang dari X dan Y

Harga rs akan bergerak antara –1 sampai dengan +1

Jika rs
= +1 maka ada korelasi yang sempurna antara variabel X dan Y.

Jika rs = -1 maka ada korelasi yang bertentangan antara variabel X dan Y.

  • Jika terdapat ranking yang bernilai (berangka) sama dalam masing-masing variabel, maka harus ditentukan faktor koreksi untuk masing-masing variabel yaitu Tx
    dan Ty
    untuk menghitung
    3x2 dan 3y2. Faktor koreksi dihitung dengan menggunakan rumus :

Tx =
=

Dimana T : faktor koreksi

t : banyaknya observasi berangka sama

 

Kemudian dalam perhitungan koefisien korelasi Spearman digunakan perhitungan berikut :


 

dimana :

 

Hasil perhitungan di atas menunjukkan derajat hubungan antara variabel X dan variabel Y.

  • Untuk mengetahui seberapa besar derajat hubungan variabel X dan Y diperlukan tafsiran yang dijelaskan dengan menggunakan batasan-batasan sebagai berikut :

Tabel 3.2 Korelasi Antar Variabel

Koefisien Korelasi 

Interpretasi 

0,91 – 1,00 

Sangat tinggi 

0,71 – 0,90 

Tinggi 

0,41 – 0,70 

Cukup berarti 

0,21 – 0,40 

Rendah tapi pasti 

0,00 – 0,20 

Rendah sekali

Sumber : Jalaluddin Rakhmat (1991 : 29)

 

Sementara itu, karena sampel yang digunakan sebanyak 36 orang yang termasuk kategori sampel besar (n > 30), maka signifikansi rs yang dihasilkan di bawah hipotesis nol dapat diuji dengan tingkat pengujian dua arah (tingkat signifikansi = 5 %) dengan menggunakan rumus berdistribusi students dengan df = n – 2 (Siegel, 1990 : 263).

Dengan demikian harga rs dapat ditentukan dengan menghitung rasio kritis (t) yang berkaitan dengan harga itu dengan menggunakan rumus :

 


 

  • Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel kepemimpinan (X) terhadap variabel motivasi karyawan (Y), maka dihitung koefisien determinasinya yaitu:

kD = rs2 x 100%

dimana kD : koefisien determinasi

rs : koefisien korelasi

 

  1. Rancangan Uji Hipotesis

Rancangan pengujian hipotesis yang diuji pada penelitian ini adalah mengenai ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara variabel-variabel yang diteliti, dimana hipotesis nol (H0) merupakan hipotesis tentang tidak adanya pengaruh antara satu variabel yang diteliti dengan variabel lainnya yang pada umumnya dirumuskan untuk ditolak, sedangkan hipotesis tandingan atau hipotesis alternatif (HI) merupakan hipotesis penelitian. Dengan demikian maka :

H0
:     kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap motivasi karyawan

HI :     kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi karyawan

Untuk menentukan apakah H0 diterima atau ditolak maka dengan menggunakan uji rasio kritis di atas, maka :

Jika t hitung > t table maka H0
ditolak

Jika t hitung <
t table maka H0
diterima

( J. Supranto 2001 :312)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s