METODE PENELITIAN

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1    Metode yang Digunakan

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif (Descriptive research) yaitu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuannya adalah membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir. 1999:63).

    Terdapat beberapa metode dalam metode deskriptif. Dalam penelitian ini metode yang diterapkan adalah teknik survei yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengambil sampel dari suatu populasi dan mengadakan kuesioner sebagai pengumpulan data yang pokok (Singarimbun, 1995:3). Tujuannya yaitu untuk mengumpulkan data serta mempelajari gejala atau fenomena sosial dengan jalan meneliti variabel-variabel penelitian yang dilaksanakan. Metode survei yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner.

    Penelitian ini juga bersifat verifikatif, yaitu metode yang bertujuan untuk menguji secara matematis dugaan mengenai adanya hubungan antar variabel dari masalah yang sedang diselidiki di dalam hipotesis. Atau dengan kata lain, penelitian untuk menguji kebenaran suatu hipotesis dimana dalam penelitian ini yang akan diuji adalah pengaruh pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah terhadap keputusan menjadi nasabah.

    Penelitian dilakukan pada PT Bank Syariah Mandiri Tbk yang berlokasi di Jalan Ir. H. Djuanda No. 74 Bandung. Dalam penelitian ini, yang menjadi unit sample adalah nasabah Dana Pihak Ketiga Bank Syariah Mandiri cabang Bandung.

Untuk menjawab masalah dan mengungkap tujuan penelitian pertama yaitu untuk mengetahui pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah serta keputusannya menjadi nasabah digunakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan sumber data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada responden.

Untuk menjawab masalah dan mengungkap tujuan penelitian kedua, yaitu untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah terhadap keputusan menjadi nasabah digunakan penelitian yang bersifat verifikatif dengan mempergunakan data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden.

Begitu pula untuk mencapai tujuan penelitian ketiga yaitu guna mengetahui jenis pengetahuan konsumen yang paling menentukan keputusan menjadi nasabah digunakan penelitian yang bersifat verifikatif dengan mempergunakan data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden.

 

  1. Operasionalisasi Variabel

        Aspek yang diteliti dalam penelitian terdiri atas dua variabel yaitu pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah sebagai variabel X (dependent variable) dan keputusan menjadi nasabah pada Bank Syariah Mandiri sebagai variabel Y (independent variable).

Variabel yang telah dikemukakan akan dioperasionalisasikan sebagai berikut :

 

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

 

Var/ Sub Var 

Konsep Variabel/ Sub Variabel 

Indikator 

Satuan Ukuran 

Skala Ukur 

Kode Kuesioner 

 

Pengetahuan konsumen (Consumer knowledge)

(X)

 

Semua informasi yang dimiliki oleh konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa.

       

 

Pengetahuan

Atribut Produk/Jasa

(Bundle of attributes)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Pengetahuan konsumen berdasarkan pada seperangkat karakteristik atau ciri (atribut) suatu produk

 


 

 

  • Keanekaragaman produk

 

  • Kualitas produk perbankan syariah

 

  • Kehandalan prinsip bagi hasil

 

  • Daya tarik ciri khas Islam

 

  • Prosedur pembukaan rekening tabungan dan kemudahan bertransaksi


 

 

Tk. Pengetahuan

 

 

 

Tk Pengetahuan

 

 

Tk. Pengetahuan

 

 

 

Tk..Pengetahuan

 

 

Tk. Pengetahuan

 


 

 

Ordinal

 

 

Ordinal

 

 

Ordinal

 

 

Ordinal

 

 

 

Ordinal


 

 

K II.1

 

 

K II.2

 

 

K II.3

 

 

K II.4

 

 

 

K II.5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

(Lanjutan)

 

Var/ Sub Var 

Konsep Variabel/ Sub Variabel

Indikator 

Satuan Ukuran 

Skala Ukur 

Kode Kuesioner 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

  • Ketersediaan sarana

dan prasarana penunjang (fasilitas)

 

  • Adanya jaminan keamanan bank atas dana yang disetorkan

 

  • Kredibilitas/reputasi Bank Syariah Mandiri

    

  • Kejelasan informasi tentang Bank Syariah Mandiri

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

Ordinal

 

 

 

Ordinal

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

Ordinal


 

 

 

K II.6

 

 

 

K II.7

 

 

 

K II.8

 

 

 

 

K II.9


 

 

Pengetahuan Manfaat Produk/Jasa

(Bundle of Benefits)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Pengetahuan tentang manfaat yang diterima konsumen baik itu manfaat fungsional maupun manfaat psikososial pada saat atau ketika akan mengkonsumsi produk/jasa

 

 

 

 

 


 

 

  • Menciptakan kesejahteraan, kesetaraan, dan keadilan pada semua aktivitas ekonomi

 

  • Memberdayakan ekonomi rakyat/sector riil

 

  • Memberikan return yang lebih baik

 

  • Mendorong pemerataan pendapatan

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

 

 

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

 

Tk.Pengetahuan

 

Ordinal

 

 

 

 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

Ordinal

 

 

Ordinal

 

K II.10

 

 

 

 

 

 

K II.11

 

 

 

 

K II.12

 

 

K II.13


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

(Lanjutan)

 

Var/ Sub Var 

Konsep Variabel/ Sub Variabel 

Indikator 

Satuan Ukuran 

Skala Ukur 

Kode Kuesioner 

 

 


 

 

 


 

 

  • Mendorong kegiatan investasi dan mencegah terjadinya simpanan yang tidak produktif

 

 

Tk.Pengetahuan

 

 

 


 

 

 

Ordinal

 


 

 

 

K II.14

 

 


 

 

Pengetahuan akan Kepuasan Produk/Jasa

(Value satisfaction)

 

 

 

 


 

 

Pengetahuan tentang nilai pribadi yang dapat dipenuhi/dipuaskan oleh suatu produk/jasa


 

 

  • Meningkatkan kesadaran nilai-nilai Islam dengan menjalankan aturan syariah

     

  • Memperoleh ketenangan lahir batin

 

 

Tk. Pengetahuan

 

 

 

 

 

 

Tk. Pengetahuan


 

 

 

Ordinal

 

 

 

 

 

Ordinal

 


 

 

 

K II.15

 

 

 

 

 

K II.16

 


 

 

Proses Keputusan Konsumen

 

(Y)

 

 

 

 


 

 

Suatu keputusan yang diambil oleh konsumen menyangkut kepastian apakah akan membeli produk/jasa yang ditawarkan atau tidak

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

   

 

Keputusan Pembelian

(Purchase decision)

 
 

Merupakan tahapan dimana konsumen telah memiliki pilihan dan siap melakukan transaksi pembelian

 
 

Penilaian terhadap keputusan menjadi nasabah

 

Tk. Keyakinan

 

Ordinal 

 

K III.1

s/d

K III.16

 

 

3.3     Sumber dan Cara Penentuan Data

3.3.1    Jenis dan Sumber Data

    Jenis dan sumber data yang dibutuhkan untuk menunjang penelitian ini adalah :

  1. Data primer, pengumpulan data primer dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pada nasabah dana pihak ketiga PT Bank Syariah Mandiri Tbk cabang Bandung yang berlokasi di Jalan Ir. H. Djuanda No. 74.
  2. Data sekunder, yaitu data yang telah ada dan tersusun secara sistematis serta merupakan hasil penelitan atau rangkuman dari dokumen-dokumen perusahaan serta literature lain seperti buku, majalah, surat kabar, makalah, dan situs web.

 

  1. Cara Penentuan Data

        Di dalam menentukan sampel dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menentukan ukuran sampel (Sample Size)

    Penentuan ukuran sampel responden dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin (Jalaludin Rakhmat, 2000:49) :


                                


Keterangan:

n = ukuran sampel minimum

N = ukuran populasi

d 2 = tingkat presisi

Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Syariah Mandiri cabang Bandung yang berlokasi di Jalan Ir. H. Djuanda No. 74. Informasi yang diperolah besarnya populasi nasabah Dana Pihak Ketiga berjumlah 13.963 nasabah dengan perincian sebagai berikut :

        
 

Tabel 3.2

Total Rekening Dana Pihak Ketiga per 31 Maret 2005

 

Total Tabungan 

12.937 

Total Giro 

235 

Total Deposito 

791 

Total 

13.963 

 

= 99,2889 => 100 nasabah

 

  1. Menentukan teknik pengambilan sampel

Dalam penelitian ini, metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) yaitu suatu sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Singarimbun, 1995:155)

Teknik penarikan sampel random sederhana ini adalah sebagai berikut :

a.     Menentukan populasi penelitian yaitu banyaknya Nasabah Dana Pihak Ketiga dan mendapatkan unit pemilihan sampel dengan cara memperoleh informasi data jumlah nasabah Dana Pihak Ketiga pada Bank Syariah Mandiri cabang Bandung di Jalan Ir. H. Djuanda No. 74

b.     Menentukan besar sampel yang dikehendaki dengan menggunakan rumus Slovin

 

c.    Mengambil sampel secara acak dari unit pemilihan sampel sampai dengan jumlah sampel sama dengan besar sampel yang dikehendaki

(Davis & Cosenza, 1993:227-231)

 

3.4     Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data mengenai objek penelitian digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:

  • Field Research (Penelitian Lapangan)

    Untuk memperoleh data secara akurat baik melalui survei langsung kepada nasabah atau terjun ke perusahaan yang menjadi objek penelitian, terdiri dari:

  1. Kuesioner yang disebarkan kepada para responden yang menjadi anggota sampel penelitian yaitu nasabah Dana Pihak Ketiga pada PT Bank Syariah Mandiri Tbk cabang Bandung di Jalan Ir. H. Djuanda No. 74.
  2. Observasi yang dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan perusahaan khususnya yang terkait dengan penelitian
  1. Library Research (Penelitian Kepustakaan)

    Mencari data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber, baik dari literatur, artikel, data perusahaan, dan lain-lain yang dianggap relevan dengan penelitian. Tujuan penelitian kepustakaan ini adalah untuk memperoleh data teoritis untuk membangun landasan teori yang kuat guna mendukung penelitian ini.

 

 

  1. Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis

    Analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah dan pengaruhnya terhadap keputusan menjadi nasabah pada PT Bank Syariah Mandiri Cabang Bandung adalah metode kualitatif dan kuantitatif dimana :

  • Metode kualitatif, mengemukakan data-data yang didapat dengan mengelompokkan, mentabulasi, dan memberikan penjelasan.

    Proses analisa didasarkan pada analisis deskripif berdasarkan kuesioner. Pelaksanaan meliputi pengumpulan data, penyusunan data, interpretasi tentang makna data tersebut.

  • Metode kuantitatif, dilakukan dengan alat bantu statistic yaitu menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 11.5.

 

    Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut :

  1. Mengelompokkan dan mentabulasikan setiap jawaban dari kuesioner yang telah disebar, kemudian menghitung frekuensi dan persentasinya.

 

  1. Memberikan pembobotan untuk setiap jawaban dari pertanyaan tertutup yang berskala ordinal. Pertanyaan positif atau mendukung penelitian akan diberi skor 5-4-3-2-1 dan pertanyaan negatif atau pertanyaan yang tidak mendukung penelitian diberi skor 1-2-3-4-5 (menggunakan skala likert).
  2. Peningkatan Skala Pengukuran

    Data pengamatan memiliki skala ordinal, sehingga agar dapat menggunakan analisis regresi linier dilakukan proses transformasi data dari skala pengukuran ordinal ke skala pengukuran interval melalui suatu metode yang dikenal sebagai Method of Successive Interval (MSI), yang pada hakekatnya adalah suatu prosedur untuk menempatkan setiap objek ke dalam interval.

     

        Langkah-langkahnya sebagai berikut :

    1. Perhatikan setiap butir pertanyaan.
    2. Untuk setiap butir tersebut tentukan berapa orang yang mendapat skor 1,2,3,4 dan 5 yang disebut frekuensi.
    3. Untuk setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya respoden dan hasilnya disebut proporsi.
    4. Tentukan proporsi kumulatif dengan menjumlahkan proporsi secara berurutan.
    5. Dengan menggunakan tabel distribusi normal, tentukan nilai Z untuk masing-masing proporsi kumulatif
    6. Tentukan nilai densitas untuk nilai Z yang diperoleh dengan menggunakan table densitas
    7. Tentukan nilai skala dengan menggunaan rumus :

      SV = Density of Lower Limit – Density of Upper Limit

           Area under Upper Limit – Area under Lower Limit

      Dimana:

  • Density at Lower limit    = Kepadatan batas bawah
  • Density at Upper Limit    = Kepadatan batas atas
  • Area Under Upper Limit    = Daerah dibawah batas atas
  • Area Under Lower Limit    = Daerah dibawah batas bawah

    8. Hitung skor (nilai hasil transformasi) untuk setiap pilihan jawaban dengan persamaan berikut :    Score = Scale Value + Scale Value Minimum + 1

     

  1. Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

    Sebelum menganalisis bagaimana pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah dan pengaruhnya terhadap keputusan menjadi nasabah, terlebih dahulu dilakukan pengujian atas data kuesioner yang telah diperoleh. Pengujian atas data kuesioner tentang pengetahuan konsumen yang mencakup pengetahuan mengenai atribut produk, manfaat, dan nilai kepuasan yang diterima konsumen terhadap keputusan menjadi nasabah pada Bank Syariah Mandiri cabang Bandung mencakup uji validitas dan reliabilitas. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang dihasilkan dari alat ukur tersebut dapat menjamin mutu dari penelitian sehingga kesimpulan ataupun alasan-alasan yang dikemukakan terhadap hubungan antar variabel dapat dipercaya, akurat, dan dapat diandalkan agar pada akhirnya hasil penelitian bisa diterima. Selain itu, penulis juga tidak mengambil kesimpulan yang keliru mengenai gambaran keadaan yang sebenarnya terjadi. Pengujian validitas dan reliabilitas ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 11.5

     

     

     

    Uji Validitas

    Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat ukur mengukur apa yang ingin kita teliti atau sejauh mana dapat mengenai sasaran. Semakin tinggi validitas suatu alat test, maka alat tersebut semakin menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner yang telah disiapkan dapat mengukur variabel yang diinginkan. Untuk menguji validitas kuesioner dalam penelitian ini digunakan analisis item/butir dengan menguji karakteristik masing-masing item yang menjadi bagian tes yang bersangkutan. Item-item yang tidak memenuhi persyaratan tidak boleh diikutkan menjadi bagian tes. Pengujian ini dilakukan dengan mengkorelasikan skor item dengan skor total sehingga menghasilkan item-item korelasi.

        Koefisien korelasi yang dihasilkan kemudian dilihat nilainya. Item-item yang memiliki korelasi negatif atau lebih kecil dari nilai pada tabel maka harus dibuang atau direvisi karena memiliki tingkat validitas yang rendah (Singgih Santoso, 2000:264). Pengujian validitas ini menggunakan alat bantu SPSS 11.5 for window. Koefisien korelasi tiap item akan dibandingkan dengan r tabel dengan taraf signifikansi 5%. Jika nilai korelasi suatu item/pertanyaan lebih kecil dari r tabel
    maka pertanyaan tersebut tidak valid dan harus dikeluarkan dari pengujian yang dilakukan.

    Berdasarkan jumlah sampel penelitian sebesar 100 orang
    dan α = 0,05 maka nilai r tabel
    adalah sebesar 0,195. Item kuisioner yang memiliki nilai koefisien korelasi lebih kecil dari nilai kritisnya akan dibuang dan tidak diikutsertakan dalam pengujian selanjutnya. Setelah melalui uji validitas dengan menggunakan bantuan program SPSS 11.5 for
    windows. Dalam perhitungannya, seluruh item pertanyaan pada Variabel X yaitu pengetahuan konsumen, baik pengetahuan mengenai atribut produk, manfaat, maupun nilai kepuasan yang diperoleh konsumen dan item pertanyaan pada Variabel Y yakni keputusan konsumen dinilai valid karena memiliki nilai koefisien korelasi lebih besar dari 0,195. Koefisien korelasi tiap item pernyataan terhadap skor totalnya disajikan pada tabel di bawah ini.

     

Tabel 3.3

Koefisien Validitas Variabel X

 

Item 

Koefisien Korelasi

Validitas 

Pengetahuan Atribut Produk (X1)

0,566

Valid 

0,692

Valid 

0,672

Valid 

0,641

Valid 

0,558

Valid 

0,516 

Valid 

0,542 

Valid 

0,522 

Valid 

0,640 

Valid 

Pengetahuan Manfaat Produk (X2)

10

0,730

Valid 

11

0,879

Valid

12

0,799

Valid 

13

0,790

Valid 

14

0,838

Valid 

Pengetahuan Nilai Kepuasan (X3)

15

0.937

Valid 

16

0,935

Valid 

     Sumber: Hasil Pengolahan Data

 

Tabel 3.4

Koefisien Validitas Variabel Y

 

Item 

Koefisien Korelasi 

Validitas 

Keputusan Menjadi Nasabah

0,587 

Valid 

0,672 

Valid 

0,758 

Valid 

0,573 

Valid 

0,511 

Valid 

0,636 

Valid 

0,582 

Valid 

0,669 

Valid 

0,691 

Valid 

10 

0,732 

Valid 

11 

0,737 

Valid 

12 

0,677 

Valid 

13 

0,701 

Valid 

14 

0,711 

Valid 

15 

0,550 

Valid 

16 

0,541 

Valid 

Sumber: Hasil Pengolahan Data

 

    Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Dengan kata lain, bahwa reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan, bila alat pengukur tersebut digunakan dua kali atau lebih untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten.

Untuk menguji reliabilitas data, dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode belah dua (split half method). Metode belah dua adalah metode yang dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara total skor pada item pertanyaan yang ganjil dengan total skor pertanyaan yang genap. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian menggunakan rumus Spearman-Brown (Syahri Alhusin MS, 2002:342) :


Keterangan:

r1/21/2     =     korelasi antara skor-skor belahan tes

r11     =    koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan

    Koefisien reliabilitas yang dihasilkan kemudian dilihat nilainya. Variabel yang memiliki koefisien reliabilitas negatif atau lebih kecil dari nilai pada tabel perlu direvisi karena memiliki tingkat reliabilitas yang rendah (Singgih Santoso 2000:264). Pengujian reliabilitas ini menggunakan alat bantu SPSS 11.5 for windows.

Berdasarkan jumlah sampel penelitian sebesar 100 orang
dan α = 0,05 maka nilai r tabel
adalah sebesar 0,195. Variabel yang memiliki nilai koefisien reliabilitas lebih kecil dari nilai kritisnya akan direvisi sebelum tahap pengujian pengujian selanjutnya.

Setelah melalui uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan program SPSS 11.5 for windows dan berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Spearman Brown terlihat bahwa seluruh variable reliabel karena memiliki nilai koefisien reliabilitas lebih besar dari 0,195. Koefisien reliabilitas disajikan pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.5

Koefisien Reliabilitas Variabel X

 

Variabel 

Koefisien Reliabilitas 

Reliabilitas 

Pengetahuan Atribut Produk

0,838

Reliabel 

Pengetahuan Manfaat Produk 

0,899 

Reliabel 

Pengetahuan Nilai Kepuasan 

0,857 

Reliabel 

Sumber: Hasil Pengolahan Data

 

Tabel 3.6

Koefisien Reliabilitas Variabel Y

 

Variabel 

Koefisien Reliabilitas 

Reliabilitas 

Keputusan Menjadi Nasabah 

0,943

Reliabel 

Sumber: Hasil Pengolahan Data

 

5.     Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh sebuah variabel terhadap variabel yang lain dilakukan analisis regresi linier berganda.

Dalam analisis regresi dikemukakan asumsi-asumsi yang harus dipenuhi agar penaksiran parameter dan koefisien-koefisien regresi tidak bias dan mendekati keadaan yang sesungguhnya. Sehubungan dengan itu, sebelum dilakukan analisis data dan pengujian hipotesis maka terlebih dahulu akan dilakukan pengujian terhadap asumsi-asumsi dalam analisis regresi tersebut. Sesuai dengan data yang digunakan dalam penelitian ini maka asumsi regresi yang akan diuji adalah normalitas, heterokedastisitas, dan multikolinieritas.

 

Pengujian Normalitas

Dalam regresi linear disturbance error atau variabel gangguan (ei) berdistribusi secara normal atau acak untuk setiap nilai Xi, mengikuti distribusi normal disekitar rata-rata. Pengujian dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu menggunakan pendekatan statistic dan grafik. Dalam hal ini data diuji dengan pendekatan grafik. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

 

Pengujian Heteroskedastisitas

Syarat klasik ini dalam Analisis Regresi adalah harus tidak terjadi gejala heteroskedastisitas yang berarti, varian residual harus sama. Kebanyakan data cross-section mengandung situasi heteroskedastis karena data tersebut menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran. Situasi heteroskedastis akan menyebabkan penaksiran koefisien-koefisien regresi menjadi tidak efisien dan hasil taksiran dapat menjadi tidak stabil. Dengan demikian, agar koefisien-koefisien regresi tidak menyesatkan, maka situasi heteroskedastis tersebut harus dihilangkan dari model regresi.

 

Pengujian Multikolinieritas

Multikolinieritas merupakan suatu situasi dimana beberapa atau semua variabel berkorelasi tinggi. Jika terdapat korelasi yang mendekati sempurna di antara sesama variabel independen, maka konsekuensinya adalah:

1. Koefisien-koefisien regresi menjadi tidak dapat ditaksir.

2. Nilai standar error setiap koefisien regresi menjadi tidak terhingga.

Dengan demikian berarti semakin besar korelasi diantara sesama variabel independen, maka koefisien-koefisien regresi semakin besar kesalahannya dan standar errornya semakin besar pula. Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas adalah dengan: menggunakan Variance Inflation Factors (VIF),

dimana Ri2 adalah koefisien determinasi yang diperoleh dengan meregresikan salah satu variabel bebas Xi terhadap variabel bebas lainnya. Jika nilai VIF nya kurang atau sama dengan 10 (Myers, 1990 :369) maka dalam data tidak terdapat Multikolinieritas.

 

6.    Setelah asumsi penting dalam regresi di atas dapat dipenuhi,maka selanjutnya dapat dilakukan perhitungan koefisien regresi. Hubungan fungsional tersebut secara linier dijabarkan sebagai berikut :

 

    Analisis Regresi Multiple Linier

        Digunakan untuk mengestimasikan suatu hubungan antara satu variable dependen dengan lebih dari satu variable independent. Formulasi yang digunakan adalah :

 

            Y = ao + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε    

    
 

                Sumber : Anto Dajan (1994:325)

    Keterangan :

    Y = Keputusan menjadi nasabah (variable dependen)

    ao = Koefisien intercept

    β1 s/d β3 = Koefisien regresi parsial

    X1 = Pengetahuan atribut produk

    X2 = Pengetahuan manfaat produk

    X3 = Pengetahuan nilai/kepuasan yang diterima

    ε = Faktor lain yang mempengaruhi variable dependen (error)

 

 

 

    Penetapan Tingkat Signifikansi

    
Tingkat signifikansi yang dipilih dalam penelitian ini adalah 5% (α = 0,05) karena dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan antar variable dan merupakan tingkat signifikansi yang umum digunakan dalam ilmu social.

 

Pengujian Hipotesis

Hipotesis :

Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variable X (Pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah) terhadap variable Y (Keputusan menjadi nasabah)

H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan dari variable X (Pengetahuan konsumen mengenai perbankan syariah) terhadap variable Y (Keputusan menjadi nasabah)

 

Pengujian koefisien regresi secara simultan

Hipotesis Statistik :

    Ho : Tidak terdapat pengaruh X1,X2,X3 terhadap Y

        (Semua βi = 0)

    H1 : Terdapat pengaruh X1,X2,X3 terhadap Y

        (Sekurang-kurangnya ada sebuah βi ≠ 0)

Statistik uji yang digunakan adalah statistic uji F dengan prosedur perhitungan sebagai berikut :

JK sisa =

JK total =

JK regresi = JK total – JK sisa

RJK = JK/db

F-hitung = RJKregresi / RJK sisa ….(*)

Keterangan:

JK= Jumlah kuadrat,

RJK = Rata-rata jumlah kuadrat,

k= jumlah variable bebas

n = jumlah sampel.

Sehingga diperoleh tabel “Anova” sebagai berikut :

Sumber Varians 

derajat bebas (db) 

JK 

RJK 

Fhitung 

Regresi 

JK regresi 

RJK regresi 

(*) 

Residu  

n –k -1 

JK sisa 

RJK sisa 

 

Total 

N –1 

JK total 

RJK total 

 

 

    Ketentuan adalah jika: signifikasi<a, maka Ho ditolak dan H1 diterima, dan jika signifikansi > a, maka Ho diterima dan H1 ditolak. Selain itu juga dengan membandingkan Fhitung dengan F tabel dimana: jika: Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima, jika Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak.

 

Pengujian koefisien regresi secara individual

    Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah menguji keberartian koefisien model regresi secara individual.

 

Hipotesis statistik :

Ho : Tidak terdapat pengaruh X1 terhadapY; X2 terhadap Y; X3 terhadap Y

    (βi = 0)

H1 : Terdapat pengaruh X1 terhadapY; X2 terhadap Y; X3 terhadap Y

    (βi ≠ 0)

Statistik uji yang digunakan adalah sebagai berikut :

t = (bi – βi) / Sbi

Ketentuan adalah jika: signifikasi<a, maka Ho ditolak dan H1 diterima, dan jika signifikansi > a, maka Ho diterima dan H1 ditolak. Selain itu juga dengan membandingkan Thitung dengan Ttabel dimana: jika: Thitung > Ttabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima, jika Thitung < Ttabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak.

Uji koefisien regresi parsial ini digunakan untuk mengidentifikasi rumusan masalah keempat yaitu untuk mengetahui jenis pengetahuan konsumen yang paling menentukan (signifikan) keputusan menjadi nasabah.

 

Koefisien Determinasi Multiple

    Koefisien determinasi multiple dihitung untuk menentukan besar pengaruh variable independent secara bersama-sama terhadap variable dependen. Pada intinya untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan model persamaan dalam menerangkan variasi variabel dependen. Metode ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah kedua yakni guna mengetahui seberapa jauh pengetahuan konsumen berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah. Dengan kata lain mengukur kontribusi variable X terhadap variableY.

        Koefisien determinasi multiple diperoleh dengan menggunakan Adjusted R Square :

Adjusted R2 = 1 – (1 – R2) (n -1 / n – k -1)

    Dalam pengolahan data penulis memanfaatkan software aplikasi yaitu program SPSS 11.5 for windows, excel, dan software pengolahan data lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s